Tentang DKV

Tags

Manfaat bidang Desain Komunikasi Visual terhadap masyarakat (bangsa) terlebih terkait dalam kelolaan SDM bangsa dan pengingkatan nation competitiveness maka kembali kepada rumusan hasil Departemen Perdagangan RI yang mencanangkan industri kreatif di tataran ekonomi nasional, menunjukkan bahwa ke depan potensi pengembangan ekonomi yang berbasis kekuatan kreativitas manusia menjadi ujung tombak ekonomi suatu bangsa.  Dalam konstalasi demikian maka pemerintah Indonesia telah tepat dalam memposisikan industri kreatif sebagai salah tumpuan ekonomi Indonesia di masa depan, mengingat SDM masyarakat Indonesia menempati 5 besar peringkat dunia. Artinya, dengan potensi tersebut pemerintah harus mampu memberdayakan SDM bangsa sebagai aset utama untuk mwujudkan penguatan ekonomi bangsa yang selanjutnya mampu menciptakan nation competitiveness.

Dengan diusungnya isu industri kreatif yang di dalamnya memuat bidang periklanan, film, video, dan game (permainan interkatif) menimbulkan pertanyaan besar, faktor apa yang menyebabkan pemerintah begitu concern untuk memanfaatkan bidang-bidang DKV menjadi salah satu tulang punggung ekonomi bangsa?

Dengan mengacu data secara random namun kongkrit berkembang saat ini di masyarakat dunia, adalah kenyataan bahwa bidang DKV yang diwakili sub bidangnya oleh film animasi, ilustrasi, periklanan maupun game telah melahirkan produk-produk yang melahirkan kebanggaan bagi negara-negara yang mengusungnya. Contoh dalam film animasi bahwa lahirnya karya-karya Walt Disney nyatanya mampu meraup sisi ekonomi dapat membanggakan Amerika lebih dari itu budaya rupanya menyusup sampai ke pelosok dunia tak terkecuali Indonesia. Saat ini fenomena tersebut diimitasi oleh Malaysia melalui pemunculan produksi film animasi “Si Ipin dan Upin”. Begitu pula hal serupa dilakukan negara Jepang, Korea dan India, yang melahirkan film-film animasi seperi “Sincan”, “Subasa”, ataupun “Kresna”.

Situasi yang sama berlaku pula dalam sub bidang ilustrasi, game dan lainnya yang merupakan bagian dari bidang Desain Komunikasi Visual telah nyata mampu menumbuhkan sektor ekonomi suatu bangsa dan lebih lanjut membentuk konsep nation competitiveness.

Kembali ke Indonesia, dengan dicanangkannya industri kreatif yang dicirikan secara dominan oleh bidang DKV maka membuka peluang untuk membentuk SDM Indonesia yang mampu turut berkompetisi dengan negara lainnya melalui  produk luaran bidang komunikasi visual. Caranya, tentunya perlu dibangun landasan yang menjadi pembentuknya. Salah satu unsurnya adalah membuka jalur pendidikan yang mampu melahirkan SDM yang competitive dalam bidang desain komunikasi visual. Untuk itulah, UPJ membuka salah satu prodi-nya pada bidang desain komunikasi visual, adalah sebuah jawaban dari tantangan untuk mewujudkan lahirnya SDM Indonesia dalam bidang desain komunikasi visual yang mampu bersaing dalam tataran nasional dan dunia.

Peluang karir DKV

Manfaat Program Studi desain komunikasi visual terhadap institusi, masyarakat dan bangsa dipicu dengan semakin meningkatnya dan berkembangnya wacana industri kreatif di tanah air. Hasil kajian  “Studi Mapping Industri Kreatif Indonesia versi Departemen Perdagangan RI (Minggu, 21 Oktober 2007, http://industri-kreatifdepdag.blogspot.com/16 juli 2010), dijelaskan bahwa “Industri Kreatif merupakan pilar utama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang memberikan dampak yang positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Dari sumber yang sama dijelaskan bahwa DEFINISI KELOMPOK INDUSTRI KREATIF mencakup; (1) Periklanan, (2) Arsitektur, (3) Pasar Seni dan Barang Antik, (4) Kerajinan, (5) Desain, (6) Desain Fasyen, (7) Video, Film dan Fotografi, (8) Permainan Interaktif, (9) Musik, (10) Seni Pertunjukan, (11) Penerbitan dan Percetakan, (12) Layanan Komputer dan Piranti Lunak, (13) Televisi & Radio, (14) Riset dan Pengembangan. Menyimak definisi yang ditetapkan Departemen Perdagangan RI pada kelompok industri kreatif di tanah air, maka dari 14 bidang yang disebutkan di atas, 6 di antaranya merupakan bidang desain komunikasi visual (periklanan, desain, video, film, & fotografi, permainan interaktif, penerbitan & percetakan, televisi & radio,). Artinya, terkait bidang desain komunikasi visual dan manfaatnya bagi bangsa Indonesia maka bidang desain komunikasi visual diyakini oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu tumpuan sektor ekonomi Indonesia untuk saat ini dan mendatang. 

Tidaklah mengherankan apabila pada saat ini bidang desain (khususnya desain komunikasi visual) menjadi bidang studi yang cukup diminati di Indonesia. Dengan terbatasnya jumlah penyelenggara pendidikan desain di Indonesia (berdasarkan catatan terakhir terdapat sekitar 18 institusi aktif penyelenggara pendidikan tinggi desain), maka dapat diperkirakan bahwa peluang penyelenggaraan pendidikan tinggi desain sangatlah besar. Untuk itulah, dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM dalam bidang desain komunikasi visual di Indonesia mendorong Universitas Pembangunan Jaya untuk membuka salah satu program studi Desain Komunikasi Visual.

SARANA, FASILITAS DAN INFRASTRUKTUR

    1. RUANG KELAS
    2. STUDIO GAMBAR DAN RUPA DASAR
    3. STUDIO DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
    4. STUDIO FOTOGRAFI DAN AUDIO VISUAL
    5. LAB. KOMPUTER GRAFIS DAN MULTIMEDIA.

Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan DKV-UPJ

VISI

Menjadi penyelenggara pendidikan Desain Komunikasi Visual terbaik di tingkat nasional yang menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan mampu memajukan profesi desain serta menguasai wawasan lingkungan berkelanjutan dan memiliki jiwa kewirausahaan/kepeloporan

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi desain yang unggul, dinamis, dan memiliki kekhasan melalui sistem keterpaduan disiplin ilmu dan penerapannya secara nyata dalam masyarakat.
  2. Mengembangkan pendidikan tinggi desain yang berorientasi pada pengembangan jiwa kewirausahaan dan profesionalitas desain yang menjunjung etika (moral), serta kemampuan mengembangkan diri ke jenjang pendidikan selanjutnya.
  3. Menyiapkan pendidikan tinggi desain yang memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap permasalahan-permasalahan lingkungan yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dalam suasana akademik yang penuh dengan nilai-nilai kreativitas.
  4. Menciptakan dan membina suasana akademik yang kondusif melalui proses peningkatan kemampuan untuk mengikuti/menguasai perkembangan ilmu desain secara terus menerus.

TUJUAN

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan wawasan dan keterampilan (skill) dalam kajian desain komunikasi visual yang berorientasi pada interaksi antara manusia dengan objek dalam konteks urban serta kaitannya dengan aspek teknologi, lingkungan, sosial, dan budaya yang melingkupinya.
  2. Menghasilkan sarjana desain komunikasi visual yang memiliki karakter dan kompetensi sebagai praktisi bidang industri kreatif yang berdampak positif sebagai agen perubahan sosial, budaya, dan lingkungan dalam masyarakat.
  3. Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan dalam menghasilkan pengetahuan berbasis penelitian & pengembangan (research and development) dalam bidang desain komunikasi visual, baik berupa karya ilmiah, rancangan karya, maupun program terapan yang memiliki kemanfaatan luas.
  4. Menghasilkan lulusan yang mampu menjadi wirausahawan mandiri pencipta lapangan kerja maupun sebagai pekerja bidang industri kreatif yang mendukung pengembangan industri kreatif di Indonesia.

SASARAN

  1. Terbangunnya lembaga pendidikan tinggi bidang kajian desain komunikasi visual yang mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan mandiri.
  2. Terciptanya wirausaha-wirausaha baru yang memiliki wawasan dan kemampuan mengembangkan usaha bidang industri kreatif.
  3. Terciptanya lembaga ke-cendekiawan-an (scholarship institution) yang mampu mendorong perkembangan industri kreatif nasional.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.